Tambang Emas di Sulteng Harus Berdampak Peningkatan Ekonomi Daerah

PT Bumi Resources Minerals melalui anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM), telah memulai pengujian dry run (tanpa muatan) atas setiap peralatan di fasilitas produksi di tambang Poboya, Kota Palu, Pada tahun pertama ditargetkan dapat memproduksi 100 ribu ton bijih emas. [Dok/BUMI via CNBC]
Bagikan Artikel Ini
  • 119
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Majid Ikram menyatakan keberadaan perusahaan tambang emas di Sulteng mesti berdampak terhadap peningkatan perekonomian daerah, masyarakat utamanya warga sekitar.

Abdul Majid Ikram mengungkapkan hal tersebut menyusul segera beroperasinya fasilitas produksi tambang emas PT Bumi Resources Minerals (BRMS) Tbk, melalui anak perusahaannya PT Citra Palu Minerals (CPM) di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Baca Juga

“Pada prinsipnya kami sangat welcome munculnya investasi baru termasuk di sektor pertambangan, cuma di sisi lain biasanya keberadaan perusahaan tambang, tidak terkecuali tambang emas menimbulkan masalah lingkungan. Nah ini yang harus dijaga agar tidak terjadi,” katanya di Palu, Sabtu (4/1/2020).

Loading…

Ia menyatakan kontribusi dari aspek ekonomi yang mesti diberikan oleh salah satu perseroan tambang emas terbesar di Indonesia tersebut yakni dengan mempekerjakan warga di daerah itu, terutama warga sekitar.

“Sisi positifnya dalam hal meningkatkan nilai tambah dan perekonomian warga di sekitar. Makanya kami harapkan keberadaan tambang ini bisa menarik masyarakat terutama di sekitar agar menjadi pegawai atau tenaga kerja,” ujarnya.

Ia tidak ingin keberadaan dan kegiatan produksi PT BRMS melalui anak perusahaannya PT CPM terbesar malah menimbulkan konflik, baik antarpihak perusahaan dengan warga maupun antarwarga.

“Kami yakin dengan adanya tambang emas ini akan menambah pendapat daerah dan masyarakat,” tambahnya seperti dilansir Antara. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA