Tegur Pasha Soal Gaya Pirang, Mendagri: Pejabat Harus Jadi Contoh

  • Whatsapp
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian.
Bagikan Artikel Ini
  • 744
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said atau Pasha ‘Ungu’ karena bergaya rambut pirang saat menjabat sebagai kepala daerah.
Tito menyarankan Pasha untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat karena masih berstatus sebagai kepala daerah.

“Sebaiknya pejabat negara memberikan contoh etika yang baik dan bertindak negarawan. Negarawan itu bisa dalam hal penampilan,” kata Tito usai menggelar Salat Idul Adha di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Tito mengakui tak ada aturan yang mengatur etika penampilan kepala daerah dan memaklumi latar belakang Pasha sebagai musisi sehingga gaya seniman masih terbawa saat menjadi kepala daerah.

Meski demikian, Tito menyarankan agar Pasha bisa menempatkan diri dengan baik berdasarkan kondisi dan jabatannya saat ini.

“Beliau harus bisa menempatkan antara seniman dan birokrat yang memiliki kode etik, kultur tersendiri sebagai birokrat,” kata Tito.

Lebih lanjut, Tito lantas menyinggung pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun pendidikan di Akademi Militer atau Akademi Kepolisian diajarkan mengenai etika berpenampilan. Alhasil, kata dia, para birokrat maupun aparat bersenjata yang dihasilkan dari institusi pendidikan tersebut diklaim memiliki penampilan yang baik.

“Jiwa birokrat sekarang lebih kental, artinya jiwa seniman gak otomatis harus ilang, tapi ga ada artinya sampai merubah simbol atau penampilan rambut,” kata Tito.

Tahun lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah.

Peraturan tersebut juga mengatur secara detail mengenai jenis pakaian ASN, serta atributnya termasuk mengenai gaya rambut.

Bahkan pada pasal 24 Permendagri, dalam poin b mengatakan bahwa, “Rambut dipotong pendek rapi dan sesuai dengan etika bagi pria”

Sedang kelanjutannya pada poin c juga mengatakan bahwa, “Tidak mewarnai rambut yang mencolok”.

Untuk PNS wanita pun sudah jelas larangan mengecat rambut warna-warni di dalam lingkungan Kemendagri.

Oleh hal tersebut menjadi seorang PNS atau ASN memang harus menerima konsekuensi aturan yang melekat pada dirinya.

Aturan tersebut terkait dengan batasan perilaku PNS dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, terdapat larangan bagi PNS dan sanksi yang akan diterima bila melanggar.

“Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin,” tulis PP Nomor 53 Tahun 2010. [***]

Sebelumnya, gaya rambut Pasha memancing kontroversi di tengah masyarakat karena dicat berwarna pirang seluruhnya.

Gaya rambut Pasha itu sempat diunggah dalam akun Instagram pribadinya @pashaungu_vm, pada Senin (27/7/2020) lalu. Pasha yang sedang memakai seragam PNS itu menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara.

Seperti diberitakan beberapa media lokal, Pasha sendiri sempat mengatakan bahwa perubahan warna rambut itu karena ia sedang syuting video klip selama beberapa hari. [CNNIndonesia / Sosok]

Advertisements

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News