Tiba Besok, Umat Mulai Berbondong-bondong Sambut Kedatangan Habib Rizieq

  • Whatsapp
Pemimpin FPI, Habib Rizieq Syihab. [Foto: indonews]
Bagikan Artikel Ini
  • 102
    Shares

Ciamis, JurnalNews.id – Kabar kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab membuat umat antusias menyambutnya. Direncanakan, Habib Rizieq tiba di Indonesia dari Arab Saudi, pada Selasa (10/11/2020) besok.

Sejumlah warga Ciamis yang tergabung dalam beberapa organisasi Islam telah berangkat ke Jakarta. Mereka berangkat untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq.

Baca Juga:

Melansir detikcom, massa berkumpul di Halaman Masjid Agung Ciamis, Senin (9/11/2020) sore. Sebelum keberangkatan dilakukan pembekalan oleh panitia keberangkatan.

“Kaum muslimin dan muslimat dari berbagai elemen masyarakat, LPI, MPI, Biker Subuhan dan organisasi lainnya berangkat ke Jakarta untuk menyambut kedatangan Imam besar Habib Rizieq,” ujar Koordinator Keberangkatan Wawan Malik Marwan disela persiapan keberangkatan.

Wawan menyebut, pihaknya menyiapkan 12 Bus dengan penumpang full 50 orang setiap orang. Ditambah 10 mobil kecil dan beberapa yang telah berangkat terlebih dulu ke Jakarta.

“Jumlahnya ada sekitar 1.000 orang yang berangkat,” ungkapnya.

Wawan mengatakan kedatangan Habib Rizieq ke Indonesia sudah didambakan dan ditunggu-tunggu. Ia berharap dengan kedatangannya bisa kembali memimpin lagi dalam berjuang menegakkan keadilan negeri ini.

“Beliau Insya Allah aman, selamat dan tidak ada dugaan penyakit yang sekarang sedang ramai. Beliau masuk ke Petamburan pulang ke rumahnya sendiri dan disana bisa isolasi,” pungkasnya.

Massa dari Ciamis bertolak ke Jakarta untuk menyambut kedatangan Pemimpin FPI Habib Rizieq, Senin (9/11/2020) sore. [Foto: Detikcom]

Terpisah, untuk mengantisipasi jumlah massa berlebih yang menyambut kedatangan Habib Rizieq, managemen PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara, siap melakukan antisipasi.

Plt Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar mengimbau kepada masyarakat yang berniat untuk menjemput, agar sebaiknya dilakukan di luar bandara.

Menurut Haerul, meski belum ada kepastian dari pihak maskapai Saudi Airlines atau Saudia terkait waktu kedatangan Habib Rizieq, namun pihaknya sudah siap melakukan antisipasi.

“AP II selaku operator kita siap mengantisipasi kedatangan Habib Rizieq, rencananya besok. Walaupun sampai sekarang kita masih belum ada kepastian dari maskapai (Saudia), mudah-mudahan masih on schedule besok kedatangan beliau di hari Selasa,” kata Haerul yang dilansir detikcom, Senin (9/11/2020).

Berbagai keamanan telah dipersiapkan. Selain dari pengamanan internal bandara yang berjumlah 970 orang, pihaknya meminta bantuan TNI/Polri untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik terutama di pintu masuk kedatangan.

“Kita dari AP II memastikan bahwa proses kedatangan beliau berjalan dengan lancar, tidak terjadi apapun. Selain itu kita juga melakukan penebalan peningkatan keamanan di terminal. Kita sudah kolaborasi dengan TNI/Polri untuk peningkatan pengamanan nanti. Dari kami juga ditambah bantuan TNI/Polri untuk melakukan pengawasan-pengawasan, beberapa titik atau spot jalur masuk kendaraan,” ucapnya.

“Kita antisipasi itu jangan sampai nanti terlalu banyak penjemput malah nanti kita khawatir dapat mengganggu operasional bandara. Kita sih mengharapkan kalau bisa dijemput di luar bandara seperti misalkan di rumah beliau itu bisa lebih baik lagi karena kita tahu bahwa bandara ini kan objek yang cukup penting, banyak kepentingan publik di sana dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai nanti penumpang yang mau berangkat malah terganggu kan nggak bagus juga,” imbuhnya.

Kalau pun ada yang menjemput, Haerul berharap jumlahnya masih dalam batas wajar. Sebab, saat ini masih dalam situasi pandemi dan jangan sampai terjadi klaster penularan COVID-19 di bandara.

“Kalau penjemputan silakan penjemputan, cuma dalam batas wajar saja gitu. Kalau kita mengimbaunya tidak terlalu banyak, jadi dalam jumlahnya tuh yang wajar saja misalkan 7-10 orang. Sekarang kan masih COVID gini. Kita mengantisipasi jangan sampai nanti malah jadi klaster juga kan jadi nggak bagus,” tandasnya.

loading...

Berita Lainnya

Google News