Tiga Kecamatan di Morowali Utara Terendam Banjir

  • Whatsapp
Banjir merendam Desa Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morut, Sabtu (1/6/2019). Banjir juga merendam Kecamatan Mamosalato dan Soyo Jaya. [Neil Harto/Ist]
Bagikan Artikel Ini

Morowali, Jurnalsulawesi.com – Hujan yang mengguyur hampir di seluruh Wilayah Sulawesi Tengah sejak Jumat (31/5/2019) sampai Sabtu (1/6/2019) malam, menyebabkan banjir di berbagai tempat.

Salah satunya di Kabupaten Morowali Utara (Morut), banjir merendam setidaknya di tiga kecamatan di wilayah itu.

Baca Juga

Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa desa yang terkena dampak banjir terparah yakni Desa Baturube, Uewaju, Tirongan Bawah, Tirongan Atas, Woomparigi, Tokala Atas, Kalombang, Pokeang, Tambarobone, Taronggo, Uemasi, Opo, Tanakuraya, Siliti, Boba dan Desa Posangke.

Dikutip dari Posrakyat.com, Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi, membenarkan adanya banjir yang melanda wilayah tersebut. Selain menggenangi badan jalan, banjir juga merendam ratusan rumah warga. Bahkan, Mapolsek Bungku Utara dan asrama polisi juga ikut terendam banjir.

“Ada tiga kecamatan, laporan banjir, yaitu Mamosalato, Bungku Utara dan Soyo Jaya,” kata Kapolres Jumat (1/6/2019) malam.

Kata kapolres, hingga Jumat malam pihaknya dan pihak terkait masih melakukan pendataan kerusakan rumah serta mendata apakah ada warga yang menjadi korban.

“Info sementara kita masih cari info pastinya. Tapi masyarakat yang terkena dampak saat ini sudah mengungsi di daerah tinggi,” tambah Kapolres.

Kapolres mengatakan ketinggian air yang merendam tiga kecamatan itu 50 hingga 100 centi meter (cm).

“Tapi kalo terendam infonya ada antara 50 sd 100 CM,” jelas Kapolres.

Sementara itu laporan dari warga Baturebe Kecamatan Bungku Utara, akibat banjir itu sebuah rumah diseret banjir bandang yang terjadi sejak Jumat pagi.

“Jembatan 2 Baturube yang di jalan samping rumahnya Helen ke arah Puskesmas (dihantam rumah yang terseret air),” kata warga setempat Marco Maranau.

Hingga berita ini diturunkan hujan dengan intentitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah tersebut. [***]

Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News