Tiga Pamen Polda Sulteng Dinobatkan sebagai Polisi Teladan

  • Whatsapp
Sidang penobatan Polisi Teladan yang dipimpin Wakapolda Sulteng Kombes Pol Drs. Setyo Boedi Moempoeni Harso, di Ruang Rapat Kapolda Sulteng, pada Rabu (11/9/2019). [Humas Polda]

Palu, JurnalNews.id – Tiga perwira menengah (Pamen) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), dinobatkan sebagai Polisi Teladan.

Penobatan Polisi Teladan Polda Sulteng ini berdasarkan Keputusan Kapolda Sulteng Nomor: Kep/265/IX/2019 tanggal 11 September 2019, tentang Penetapan I, II dan III Pemilihan Polisi Teladan Golongan Pamen sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik tingkat Polda Tahun 2019 tingkat Polda Sulteng.

Baca Juga

Ketiga Pamen tersebut yakni AKBP P. Sembiring (Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulteng), AKBP Muhammad Taufik Lamakarate, SH (Kasubdit I Ditintelkam Polda Sulteng) dan Kompol I Ketut Tadius, SH (Wakapolres Parigi Moutong).

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.IK dalam keterangannya Selasa (17/9/2019) mengatakan, penetapan ini diputuskan melalui sidang Dewan Penetapan pemenang pemilihan Polisi Teladan, yang dipimpin Wakapolda Sulteng Kombes Pol Drs. Setyo Boedi Moempoeni Harso, SH M.Hum di Ruang Rapat Kapolda Sulteng, pada Rabu (11/9/2019).

“Ditetapkan sebagai pemenang pemilihan Polisi Teladan pada Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik tingkat Polda Sulteng Tahun 2019. Tim penilai melibatkan segenap Pejabat Utama Polda Sulteng,” jelasnya.

Menurut Didik, penilaian yang dilakukan berdasarkan tiga aspek yakni, Keteladanan etika berprilaku,
keteladanan prestasi dan kreatifitas, serta keteladanan peran kemasyarakatan.

Kabidhumas menjelaskan, pemilihan Polisi Teladan ini bertujan untuk memotivasi seluruh personel Polri untuk bertanggung jawab atas tugas yang diamanahkan.

“Tentunya bagi yang berprestasi akan diberikan Reward. Sebaliknya, pimpinan Polri juga tidak segan-segan memberikan Punishment terhadap personel Polri yang melanggar Disiplin atau Kode Etik apalagi Pidana,” tegasnya. [***]

Editor; Sutrisno

Pos terkait