Tim Ekonomi Memburuk, Darmin Nasution Bukan Pejuang Ekonomi Kerakyatan

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Darmin Nasution

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Formasi kabinet ekonomi semakin memburuk. Pasalnya, formasi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil, dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong dinilai hanya akan memuluskan kepentingan kreditor asing dan agenda-agenda neoliberal di Indonesia‎.

Begitu dikatakan analis Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Dani Setiawan yang dilansir RMOL, Rabu (12/8/2015).

Baca Juga:

Dani menjabarkan bahwa seharusnya Trisakti dan Nawacita merupakan dasar untuk perubahan paradigma pembangunan dan kebijakan ekonomi yang lebih berdaulat.

Caranya dengan mengoreksi berbagai kebijakan neoliberal dan ketertundukan bangsa ini pada kreditor internasional dan dominasi modal asing. Selain itu juga untuk memutus kepentingan kelompok pragmatis di dalam negeri yang berorientasi pada kepentingan bisnis pribadi dalam memfasilitasi modal asing.

Advertisements

“Singkatnya, Darmin Nasution sulit diharapkan untuk mengawal agenda Trisakti dalam kebijakan ekonomi. Sofyan Djalil jelas berorientasi pragmatis terhadap modal asing demi hanya memenuhi kepentingan kelompoknya. Sedangkan Thomas Lembong bukti ketertundukan pemerintah terhadap tekanan pasar keuangan,” ujarnya.

Advertisements

Lebih lanjut, Dani menyebut bahwa pengalaman dan latar belakang keilmuan yang dimiliki Darmin Nasution menunjukkan bahwa mantan Dirjen Pajak itu bukan sosok pejuang ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat pasal 33 UUD 1945.

“Trisakti dan Nawacita membutuhkan perubahan-perubahan mendasar seperti mandiri dari utang, kebijakan APBN yang berorientasi kerakyatan, dan mengoptimalkan peran koperasi dan BUMN dalam pembangunan. Ini adalah sebagian agenda perubahan yang penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia yang rapuh saat ini. Ini yang tidak ada pada sosok Darmin Nasution,” tandasnya.[***]

Sumber; Rmol

Advertisements

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News