Tim Hukum Rusdy Mastura-Ma’mun Amir Resmi Mendaftar sebagai Relawan di KPU Sulteng

  • Whatsapp
Koordinator Tim Hukum Rusdy Mastura-Ma'mun Amir, Agussalim, SH (kiri) menyerahkan berkas sebagai relawan di KPU Provinsi Sulteng, Jumat (25/9/2020). [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 380
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Tim Hukum Rusdy Mastura-Ma’mun Amir secara resmi mendaftarkan diri sebagai relawan bagi calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (25/9/2020). Tim Hukum Mastura-Ma’mun Amir ini menjadi relawan pertama yang mendaftar di KPU Sulteng.

Koordinator Tim Hukum Rusdy Mastura-Ma’mun Amir, Agussalim, SH mengatakan, pendaftaran ini dilakukan untuk memenuhi syarat sebagai relawan yang resmi terdaftar di KPU sebagai penyelenggara Pilkada Gubenur dan Wakil Gubenur Provinsi Sulteng.

Baca Juga:

“Sebagai relawan yang terlibat dalam kampanye memenangkan calon gubernur dan calon wakil gubernur, kami harus mendaftarkan diri di KPU. Hal ini agar memudahkan kontrol yang dilakukan Bawaslu selama berlangsung tahapan pilkada,” katanya di Palu, Jumat (29/9/2020).

Agus menjelaskan, dengan mendaftarkan diri sebagai relawan di KPU, Tim Hukum Rusdi Mastura ini menyandang status resmi sebagai relawan politik paslon Rusdy Mastura-Ma’mun Amir di Pilkada 2020.

Advertisements

“Ini penting dilakukan karena terkoneksi dengan dana kampanye dan harus taat hukum. Aktivitas yang kami lakukan sebagai relawan harus sesuai dengan PKPU, karena itu sebagai relawan wajib mendaftarkan diri sebagai bagian dari tim kampanye dan tim sukses,” jelasnya.

Dengan mendaftar sebagai relawan di KPU, akan lebih mudah berkoordinasi baik dengan pasangan calon maupun dengan penyelenggara untuk mencegah terjadinya pelanggaran di Pilkada Gubernur Sulteng 2020.

Advertisements

“Tim yang sukses yang terdaftar juga memudahkan Bawaslu melakukan kontrol terhadap relawan dalam melakukan kampanye untuk memenangkan paslon,” ujarnya.

Sebagai relawan kata Agus, harus resmi, rapi dan jelas. Setelah itu baru mengambil langkah konkret untuk pemenangan.

“Kami sebagai relawan resmi menjaga agar tidak ada saling klaim. Nanti akan terlihat, mana relawan yang benar-benar kerja dan tidak atau sekadar mengklaim,” tegasnya.

“Dengan mendaftar di KPU, relawan juga tidak melakukan kerja-kerja di luar kontrol yang dapat mencederai nilai-nilai demokrasi,” tutupnya. [***]

Advertisements

Penulis: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News