Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Longsor Tambang Emas Parigi Moutong

  • Whatsapp
Tim SAR menmasukkan bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi longsor di area tambang emas di Desa Buranga, Kabupaten Parimo, Sabtu 27 Februari 2021. | Foto: Basarnas Palu
Bagikan Artikel Ini

Meski begitu, pihaknya tetap berusaha melakukan pencarian semaksimal mungkin, dengan harapan korban longsor bisa segera ditemukan.

Operasi SAR hari keempat dimulai sejak pagi pada Pukul 07.00 Wita, dan tim gabungan akan terus melakukan upaya pencarian hingga waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga

“Kami membagi beberapa sektor pencarian, hal ini dimaksudkan agar kegiatan SAR lebih efektif dan efisien,” ucap Andrias.

Sebelumnya, longsor di lokasi penambangan emas itu mengakibatkan enam penambang tradisional meninggal dunia. Musibah itu terjadi pada Rabu 24 Februari 2021 pukul 18.15 Wita.

Saat itu kegiatan pengerukan sedang berhenti karena penambang beristirahat memasuki waktu shalat maghrib.

Di sela-sela waktu istirahat itu, penambang tradisional memanfaatkan waktu untuk mendulang dengan mengambil material hasil keruk dengan alat berat. Seketika material tersebut runtuh dan menimpa penambang tradisional.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR terlibat kurang lebih 108 orang, di antaranya dari Polres Parigi Moutong sejumlah 60 orang, Tagana Parigi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng masing-masing 11 orang, TNI 10 orang, Basarnas Palu 13 orang, BPBD Parigi tujuh orang dan SAR Palang Merah Indonesia (PMI) enam orang.

Tim juga diperkuat potensi SAR lainnya yakni SAR Songulara dan Vertikal Rescue masing-masing lima orang serta SAR Martin tiga orang.

“Jumlah korban meninggal dunia sebanyak enam orang dari hasil operasi hari pertama dan kedua. Kemudian 16 orang dinyatakan selamat dari peristiwa tersebut,” demikian Andrias. ***

Berita Terkait

Google News