Tipikor Polres Tolitoli Lidik Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Pangan Non Tunai

  • Whatsapp
Bantuan Pangan Non Tunai Ilustrasi: Amanah
Bagikan Artikel Ini
  • 137
    Dibagikan

Tolitoli, JurnalNews.id – Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Tolitoli saat ini menggenjot penyelidikan (Lidik) kasus dugaan penyalahgunaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kepada 17 ribu penerima bantuan, yang dikelola Kordinator Daerah (Korda) Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kasubag Pers Polres Tolitoli, AKP Risal Bandi mengatakan, saat ini pihak Tipikor melakukan penyelidikan dugaan penyalahgunaan penyaluran bantuan pangan non tunai kepada 17 ribu penerima.

Lihat Juga

“Tipikor sedang menggenjot pemeriksaan pemeriksaan. Sampai hari ini, pemilik agen E-Warung yang ada di Kecamatan Dakopamean dimintai keterangan,” kata Risal Bandi, di Mapolres Tolitoli, Senin (30/11/2020).

Bahkan lanjut Risal Bandi, tim Tipikor Polres sudah melakukan pengumpulan data data dan dan bahan keterengan di 109 Desa dan Kelurahan yang ada di 10 kecamatan.

“Tim Tipikor sudah puldata dan pulbaket di 109 desa dan kelurahan,” bebernya.

Risal menjelaskan,Tipikor Polres sudah meminta kepada Badan Pemeriksaan Keuangan Propinsi (BPKP) Sulteng untuk melakukan audit investigasi penyaluran bantuan pangan non tunai.

“Tipikor juga sudah meminta kepada BPKP Sulteng untuk melakukan audit investigasi soal dugaan penyalahgunaan penyaluran BPNT,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, penyaluran bantuan pangan non tunai tahun 2020 dikelola langsung oleh Korda Kabupaten Tolitoli Hardioanto, SE, dengan melibatkan 109 agen E-Warung yang tersebar di 10 kecamatan yang ada di Tolitoli.

Dugaan penyalahgunaan mulai bantuan beras yang diterima penerima jenis medium yang seharusnya diterima jenis premium, kemudian Korda juga menentukan Supplier tanpa dikoordinasikan dengan Dinas Sosial.

Bahkan, setelah dilakukan kroscek di lapangan, masih banyak ditemukan masalah terkait ketidak sesuaian data bayar dan data Rill seperti data identik/Ganda keluarga, pindah Meninggal dan belum menerima kartu. [***]

Penulis: Rahmadi Manggona

Berita Terkait

Google News