Transfer DAU Kabupaten Tolitoli Terpangkas 35 Persen, Pembayaran Proyek Ditunda

  • Whatsapp
Kepala BKD Kabupaten Tolitoli, Asrul Bantilan, S.Sos. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 54
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Akibat merebaknya Corona Virus Desease 2019 (Covid -19), Pemerintah Pusat merevisi transfer Dana Alokai Umum (DAU) di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Perubahan alokasi transfer sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 35 tahun 2020 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020 dalam rangka penanganan pandemic virus corona atau Covid -19 dan /atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian Nasional.

Baca Juga

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Tolitoli, Asrul Bantilan kepada media ini senin (12/5 2020) di ruangannya mengatakan, pada bulan Mei 2020 Dana Alokasi Umum (DAU) transferan dari Pusat yang masuk ke kas daerah hanya sebesar Rp29 miliar, karena ada pemangakasan sebesar 35 persen. Dari 29 miliar sudah include untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian TPP dan pembayaran sertifikasi guru, dan termasuk ADD.

“Jadi transferan yang masuk ke kas daerah totalnya hanya Rp29 miliar, itupun dua kali transferan, sudah include pembayaran gaji, TPP dan sertifikasi termasuk Alokasi Dana Desa (ADD) yang telah lengkap APBDS,” kata Asrul, di Tolitoli, Senin (11/5/2020).

Ia menjelaskan, sebelum merebaknya virus corona, transferan setiap bulannya yang masuk ke kas daerah sebesar Rp59 miliar, dengan adanya pemengkasan transferan alokasi anggaran ke daerah, pihaknya hanya meprioritaskan pembayaran gaji ASN, TPP, Sertifikasi, dan sebagian ADD yang desanya teleh selesai menyusun APBDSnya, karena data yang ada dari 103 desa baru sekitar 54 desa yang sudah menyerahkan APBDS.

“Direncanakan minggu ini untuk pembayaran ADD, itupun pembayaranya hanya desa yang sudah menyerakan APBDSnya,” jelas Asrul Bantilan.

Sementara untuk semua proyek baik yang sementara dilkasanakn ataupun yang belum. BKD masih menunda pembayarannya, dengan alasan kesiapan anggaran yang yang semakin merosot.

“Jadi untuk semua proyek untuk sementara masih kita pending, karena kesiapan anggaran yang belum tersedia, sambil menunggu transferan dari Pusat,” ungkapnya.

Dikatakanya, akibat pengurangan anggaran ini, sangat berimbas kepada kegiatan kegiatan yang ada di OPD, karena hampir semua kegiatan terpaksa harus dilakukan pengurangan anggaran,” Dengan adanya pemotongan 35 persen dari total dana DAU berimbas kepada semua OPD,” bebernya.

Olehnya Asrul berharap, dengan adanya pandemic virus corona yang berdampak pada perekonomian dapat segera berakhir, sehingga pengelolaan anggaran di daerah akan kembali normal seperti semula. [***]

Penulis: Rahmadi Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News