Tujuh Provinsi Belum Penuhi Standar Testing Covid-19 Selama PPKM

  • Whatsapp
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi. Foto: Instagram
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan saat ini masih terdapat tujuh provinsi di Indonesia belum memenuhi standar minimal pemeriksaan screening Covid-19 alias testing selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut tujuh provinsi itu belum mencapai standar tingkat testing 1:1.000 penduduk dalam sepekan, sesuai dengan ketetapan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga

“Beberapa provinsi mengalami penurunan dan belum mencapai target testing minimal. Yaitu provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, NTB, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat,” ungkap Nadia dalam konferensi pers virtual, Rabu 25 Agustus 2021.

DIa menambahkan, sesuai Instruksi Dalam Negeri target untuk kumulatif testing di Jawa-Bali sebesar 270.180 orang. Sementara untuk daerah di luar dua pulau itu 214.802 orang yang semestinya harus diperiksa dalam sehari.

Dengan kondisi itu, Nadia meminta agar pemerintah daerah serius dalam menggenjot strategi testing dan tracing di masing-masing wilayahnya. Sejauh ini, pemerintah pusat juga sudah mengalokasikan media tes Covid-19 kepada masing-masing pemerintah daerah.

Nadia mengatakan, pemerintah pusat sejauh ini selalu memberikan arahan kepada pemerintah daerah selama rapat koordinasi yang rutin diadakan tiap pekan. Dalam kegiatan itu pemerintah juga terus melakukan monitoring dan evaluasi.

“Penurunan kasus sangat berhubungan dengan jumlah orang yang diperiksa, sehingga kami selalu mendorong provinsi/kabupaten/kota untuk terus meningkatkan testing di wilayahnya masing-masing,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Nadia menyatakan masih ada sejumlah daerah yang positivity rate atau rasio kasus harian Covid-19 rendah, seperti di DKI Jakarta dengan 6,4 persen. Disusul Papua Barat 5,6 persen, Maluku 8,3 persen, dan Maluku Utara 9,7 persen.

“Kita berharap provinsi lain dapat mengikuti jejak provinsi tersebut, untuk segera menurunkan positivity rate merata di seluruh kabupaten/kota di masing-masing provinsi dengan tetap mempertahankan testing rate sesuai standar,” tukasnya. ***

Berita Terkait

Google News