Uji Coba Dry Run, Group Bakrie Targetkan Keruk 100 Ribu Ton Bijih Emas Per Tahun di Tambang Poboya

PT Bumi Resources Minerals melalui anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM), telah memulai pengujian dry run (tanpa muatan) atas setiap peralatan di fasilitas produksi di tambang Poboya, Kota Palu, Pada tahun pertama ditargetkan dapat memproduksi 100 ribu ton bijih emas. [Dok/BUMI via CNBC]
Bagikan Artikel Ini
  • 148
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Tambang emas milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Group Bakrie, semakin mendekati operasional. Melalui anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM), BRMS telah memulai pengujian dry run (tanpa muatan) atas setiap peralatan di fasilitas produksi bijih emas di tambang Poboya, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Asal tahu, uji dry run ini biasa dilakukan di proyek tambang yang mana setiap peralatan di uji coba secara terpisah sebelum seluruh system dan peralatan tersebut dioperasikan.

Baca Juga:

Dikutip dari Kontan.co.id, CEO Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan, uji dry run ini dilakukan pada tanggal 9 Desember 2019 lalu. Beberapa uji coba telah berhasil diselesaikan dengan baik dan sesuai perkiraan.

Loading…

Suseno berharap, seluruh uji coba atas peralatan dapat diselesaikan pada minggu ketiga di bulan Desember. “Setelah ini kami akan melanjutkan dengan pengujian wet run (dengan muatan) di minggu keempat di bulan Desember dimana akan dilakukan uji coba atas seluruh peralatan terkait dengan menggunakan cairan dan bijih emas,” ungkap Suseno dalam rilisnya, Kamis (12/12/2019).

Untuk diketahui, BRMS saat ini memiliki 96,97% saham di Citra Palu Minerals yang merupakan pemilik konsesi tambang emas seluas 85.180 hektare di Sulawesi Tengah dan Selatan.

Tambang Poboya diperkirakan memiliki cadangan bijih emas sebesar 3,9 juta ton dan 7,9 juta ton, dengan kualitas emas di atas 4 g/t.

Adapun valuasi kotor dari tambang Citra Palu Minerals ini senilai US$ 1,47 miliar dengan usia tambang mencapai 8 tahun.

Uji coba produksi akan dilakukan pada Januari tahun depan. Pada tahun pertama, BRMS menargetkan dapat memproduksi 100.000 ton bijih per tahun. Sementara untuk tahun selanjutnya, produksi akan konsisten di angka 180.000 ton bijih per tahun. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA