Untad Ditantang Lakukan Penelitian di Teluk Tomini

  • Whatsapp
Kawasan Kepulauan Togean.
Bagikan Artikel Ini
Salah satu kawasan Kepulauan Togean di Wilayah Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. (Google Images)

Palu, Jurnalsulteng.com – Taman Nasional Kepulaun Togean (TNKT) memberikan tantangan kepada perguruan tinggi, khususnya Universitas Tadulako (Untad) untuk melakukan penelitian di Teluk Tomini.

“Kami sudah sampaikan kepada Untad, supaya profesor itu turun untuk melakukan penelitian, bagaimana proses Teluk Tomini yang besar itu, namun sampai saat ini tidak ada,” kata Kepala TNKT, Kuping Simbolon dalam jumpa pers event bertajuk Festival Bahari Kepulauan Togean 2016, di Kota Palu, Minggu (21/8/2016).

Baca Juga:

Menurut dia, hingga hari ini, tidak ada inisiatif perguruan tinggi di Sulteng untuk melakukan penelitian di Teluk Tomini khususnya Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una.

“Saya sudah mengikuti workshop tahun 2013 di Tadulako dan saya orang pertama ngomong, turunkan mahasiwa-mahasiswa, turunkan peneliti-peneliti ke Togean, saya bantu untuk menfasilitasi mereka,” katanya.

Advertisements

Selain itu, pihan TNKT pernah juga melayangkan surat resmi kepada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dua tahun lalu. Namun kata dia, belum ada juga peneliti Indonesia merespon itu.

Kupin sendiri membandingkan kondisi laut antara Indonesia dengan Filipina. Menurut dia, pemerintah Filipina bersama perguruan tinggi dan profesor mereka turun langsung ke laut untuk melakukan penelitian.

Advertisements

Untuk penelitian Development di Teluk Tomini yang jutaan hektare itu, mana pernah ada peneliti dari universitas di Indonesia yang melakukannya, ujarnya.

Seharusnya kata Kupin, pemerintah dapat melakukan studi banding ke negara tetangga tersebut, terkait pengelolaan kelautan. Dia sendiri menyarankan, jika nantinya ada penelitian dilakukan, sebaiknya riset yang berdampak pada bidang pariwisata.

“Hasil penelitian nantinya dapat berdampak pada daya tarik wisatawan, karena kepulauan Togean memiliki banyak jenis-jenis ekologi satwa yang sangat langka di dunia, sepeti tiga jenis ubur-ubur yang tidak menyengat dan lainnya,” ucapnya.[***]

Source; Antara

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News