Usut Dugaan Penyalahgunaan BPNT, Tipikor Polres Tolitoli Surati Bank Mandiri Pusat

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Tolitoli, IPTU. Rijal, SH. | Foto: Istimewa
Bagikan Artikel Ini
  • 139
    Dibagikan

JurnalNews – Unit Tipikor Polres Tolitoli menyurati Bank Mandiri  Pusat di Jakarta, untuk meminta print out transfer dana bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Hal itu dilakukan dalam upaya mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten  Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Lihat Juga

Kasat Reskrim Polres Tolitoli, IPTU. Rijal, SH dikonfirmasi media ini Jumat 8 Januari 2021 mengatakan, saat ini penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi saksi termasuk 116 pemilik E-Warung  yang tersebar di Kabupaten Tolitoli.

Baca Juga: PDIP Didorong Usung Kader di Pilkada Parigi Moutong

“Penyidik terus menggenjot penyelidikan dugaan penyalahgunaan BPNT, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk pemilik E-Warung,” kata Kasat Reskrim.

Selain pemeriksaan saksi saksi, penyidik juga kata Kasat Reskrim telah menyurati Bank Mandiri Pusat di Jakarta, untuk meminta print out transferan dana bantuan dari Kemnsos selama tahun 2020, sesuai petunjuk dari Bank Mandiri Tolitoli.

Baca JugaGubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Positif Covid-19

“Kami sudah surati Bank Mandiri Pusat untuk meminta print out sesuai petunjuknya Bank Mandiri Tolitoli,” beber Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, penyelidikan dugaan penyalahgunaan BPNT ini menjadi prioritas untuk bisa dijadikan produk hukum di 2021, sesuai petunjuk pimpinan.

“Ini menjadi prioritas untuk dijadikan produk hukum, sesuai petunjuk pimpinan,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tolitoli Alias Mohammad Hasim, menilai Kordinator Daerah (Korda) Hardiyanto yang di-SK-kan dari Kemensos RI sejak Januari sampai Agustus 2020, telah mengintervensi penyaluran BPNT kepada 17 ribu penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Berita Terkait

Google News