Usut Dugaan Penyalahgunaan BPNT, Tipikor Polres Tolitoli Surati Bank Mandiri Pusat

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Tolitoli, IPTU. Rijal, SH. | Foto: Istimewa
Bagikan Artikel Ini
  • 139
    Dibagikan

“Setelah ada laporan dan pengaduan dari penerima bantuan dengan pemilik E-Warung ternyata Korda bekerjasama dengan supplier mengintervensi pembelanjaan bantuan BPNT,” kata Kabid saat dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu.

Seharusnya kata Kabid tugas pokok yang diemban oleh Korda sebagai perpanjangan tangan Dinsos yang di tunjuk dari Kemensos pada intinya memastikan bisa terealisasi Rp6 triliun, tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas, tepat jumlah dan tepat adminstrasi, karena tugas dan tanggungjawabnya membantu Dinsos mengontrol seluruh kegiatan Bansos di lapangan.

Lihat Juga

“Tugas Korda seharusnya seperti yang saya jelaskan, karena dia itu dibiayai dari Kemensos, setelah laporan pertanggungjawabannya dikirim,” jelasnya.

Baca JugaPerawat Portugal Meninggal Dua Hari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Kemudian Kabid menjelaskan petunjuk umum bagi penerima kartu BPNT membelanjakan sesuai dengan kebutuhan dan wajib di siapkan pemilik E-Warung yang sudah ditunjuk, bukan saldo yang masuk di rekening penerima PKH 200 ribu di belanjakan seluruhnya.

“Petunjuknya penerima menyampaikan kepada pemilik E-Warung, bahwa bulan depan kebutuhan yang dibelanjakan seperti beras 5 kilogram, kemudian telur, kebutuhan itu yang harus disiapkan oleh E-Warung, bukan dibelanjakan semua sesuai saldo yang ada di kartu penerima,” pungkasnya.

Ia mengatakan, setelah dievaluasi dan ditelusuri kepada penerima dan pemilik E-Warung, faktanya sejak Januari sampai Agustus, masih ada yang sama sekali belum menerima.

Kemudian lanjutnya, ada penerima yang belum masuk saldonya, serta penerima dipaksa belanja yang tidak sesuai dengan kualitasnya.

Baca JugaOne Piece 1001 Segera Dirilis, Tinju Luffi Tumbangkan Kaido?

“Iya, itu semua keluhan keluhannya, setelah kami telusuri di lapangan, ada kesan Korda intervensi pembelanjaannya,” bebernya.

Sehingga sampai saat ini kata Kabid laporan Korda belum di tandatangani, karena belum diperbaiki sesuai dengan permintaan Dinsos.

“Sampai saat ini laporannya Korda belum saya tandatangan, karena belum memperbaik apa yang menjadi permintaan, misalnya laporan berapa jumlah penerima, kemudian berapa yang tidak menerima, berapa penerima yang saldonya masih nol. Kemudian siapa yang belum berbelanja dan berapa penerima yang sudah meninggal,” tutupnya.***

Berita Terkait

Google News