Virus B117 Disebut Lebih Cepat Menular, Bagaimana Kondisi Pasien?

  • Whatsapp
Ilustrasi | Foto: Getty Images/iStockphoto/detikinet
Bagikan Artikel Ini
  • 34
    Dibagikan

JurnalNews – Pakar Mikrobiologi dari Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Mia Miranti Rustana menyatakan temuan mutasi virus  Corona B117 di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat memiliki karakteristik replikasi dan penularan dua kali lebih cepat dari Covid-19.

“Dari sejumlah jurnal yang saya pelajari, untuk varian baru virus ini (B117) gejalanya sama, namun lebih cepat menular. Kalau virus biasa menular dalam waktu lima hari, ini dalam dua sampai tiga hari bisa menular ke orang,” katanya melalui sambungan telepon dari Jakarta, Jumat 5 Maret 2021.

Baca Juga

Ia mengatakan, hasil penelitian sejak awal pandemi di Indonesia melaporkan bahwa virus corona diketahui memiliki jenis protein tertentu.

Baca JugaDua DPO Poso Tewas dalam Kontak Tembak, Dua Melarikan Diri
Varian B117 memperlihatkan karakteristik hilangnya gen 69 dan 70 yang membuat virus baru itu mempunyai kemampuan replikasi dan penularan dua kali lebih cepat.

Mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020 itu terjadi karena kemampuan berkembang biak di dalam tubuh manusia sebagai inang untuk mereplikasi diri.

Baca JugaKartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka, Ada Syarat Baru
Saat inangnya berubah, kata Mia, virus akan beradaptasi supaya bisa masuk dan menginfeksi inang untuk memperbanyak diri hingga terjadi mutasi virus.

“Virus corona memiliki kemampuan mutasi yang cepat karena ia mempunyai asam nukleat RNA yang secara teoritis memang lebih mudah bermutasi. Riset Harvard-MIT memperlihatkan virus corona bisa bermutasi dalam satu hingga dua bulan,” kata Mia yang dikutip JurnalNews dari Antara.

Kondisi Pasien
Dikutip dari CNNIndonesia.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengakui bahwa beberapa studi menyatakan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117 memiliki kemampuan penularan yang tinggi.

Meski demikian, varian virus asal Inggris itu diklaim tidak mengakibatkan kondisi buruk pada pasien.

Pos terkait

Google News