Warek Sebut IMB Kawasan IAIN Sedang Diproses Pemkot Palu

Pembangunan gedung Rektorat IAIN di Jalan Diponegoro, Kota Palu. Saat ini, IMB di kawasan Perguruan Tinggi Islam Negeri tersebut sedang diproses Pemkot Palu. [Dok/JN]
Bagikan Artikel Ini
  • 42
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Wakil Rektor (Warek) Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Dr Kamaruddin mengemukakan Pemerintah Kota Palu sedang memproses permohanan IAIN terkait izin mendirikan bangunan (IMB) kawasan perguruan tinggi Islam negeri tersebut.

“Kami telah memasukkan permohonan sejak beberapa waktu lalu, dan saat ini sedang diproses oleh Pemkot Palu. Salah satu bentuk dari proses itu ialah Pemkot Palu menerbitkan Keterangan Rencana Kota dan telah mengundang kami untuk seminar IMB pada pekan kemarin,” ucap Kamaruddin, dalam keterangan tertulis yang diterima JurnalNews.id, Kamis (19/12/2019) malam.

Baca Juga

IAIN Palu telah menghadiri undangan seminar IMB dari Dinas Tata Ruang Kota Palu pada Jumat 13 Desember 2019. Seminar itu dihadiri oleh Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) dan pejabat dinas setempat.

Seminar itu menjadi salah satu tahapan penting terkait syarat atau prosedur dalam pengurusan IMB, sebelum Pemkot Palu menerbitkan IMB.

Dari seminar tersebut TABG bersama Dinas Tata Ruang akan menerbitkan rekomendasi IMB yang berisikan hal-hal yang akan dilengkapi sebelum diterbitkan IMB.

“Ada dua poin penting yang kami catat dalam seminar tersebut, pertama TABG bersama Pemkot Palu menyarankan agar kami hindari penggunaan air sumur suntik, karena berdasarkan hasil uji tanah, terdapat ada risiko penurunan permukaan tanah. Kedua, perlu memperhatikan kombinasi beban angin untuk bangunan di IAIN Palu dan penempatan AC atau mesin pending agar tidak berhadapan langsung dengan matahari,” sebutnya.

Loading…

IAIN Palu kata dia, berharap Pemerintah Kota Palu dapat membantu memberi bimbingan, masukan dan saran terkait pemenuhan syarat pembangunan kembali gedung kuliah dan rektorat setelah setahun lebih tertimpa bencana gempa, tsunami.

“Iya, prinsipnya IAIN Palu siap dan sangat bersedia mengikuti semua prosedur dan siap untuk memenuhi syarat dalam pendirian atau pembangunan gedung kuliah dan rektorat,” ujarnya.

IAIN Palu saat bencana 28 September 2018 menjadi salah satu komponen terdampak tsunami paling parah saat itu. Bangunan gedung porak-poranda dihantam tsunami. Selain dokumen yang hilang, beberapa aset juga hilang dihantam tsunami.

Karena itu, IAIN Palu, kata Kamaruddin, memohon agar Pemkot dapat memaklumi kondisi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tersebut. Karena, pascabencana, IAIN Palu tetap harus memberikan pelayanan akademik/perkuliahan sebagai upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

Sementara, secara bersamaan IAIN Palu mengalami kekurangan ruang kelas belajar, serta ruang-ruang pelayanan lainnya yang vital seperti gedung ICT sebagai tempat pangkalan data akademik, perpustakaan, karena terdampak tsunami.

“Karena itu, IAIN Palu sebagai salah satu icon Kota Palu, sekaligus penyumbang pembangunan sumber daya manusia di Kota Palu, sangat berharap agar Pemkot Palu dapat membantu agar dimudahkan dapat pemenuhan persyaratan perizinan pembangunan gedung kuliah dan gedung-gedung lainnya,” sebutnya. [***]

Sumber; Humas IAIN Palu

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA