Warga Keluhkan Judi Berkedok Pasar Malam di Desa Sandana Tolitoli

  • Whatsapp
Suasana judi Erek-erek yang berkedok Pasar Malam dan hiburan bagi anak-anak, di Desa Sandana, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, pada Jumat 19 Maret 2021 malam. | Foto: Rahmadi Manggona
Bagikan Artikel Ini
  • 1.1K
    Dibagikan

JurnalNews – Warga Desa Sandana, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli mengelukan adanya pasar malam atau Hoya-hoya yang digelar di desa tersebut. Pasalnya, pasar malam yang seharusnya hanya menyediakan permainan untuk anak-anak justru dijadikan arena judi ketangkasan.

Beberapa warga yang ditemui mengatakan, di pasar malam yang telah beroperasi selama empat malam itu lebih dominan pengunjung yang datang untuk bermain judi Erek-erek.

Baca Juga

“Ada berbagai jenis permainan anak anak, namun pengunjung lebih banyak berkumpul di tempat permainan ketangkasan erek-erek,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat 19 Maret 2021 malam.

Baca JugaPolisi Buru Pemodal PETI Buranga Asal Bombana

Seharusnya lanjut warga, pasar malam yang ada di desanya menampilkan aksi yang dapat menghibur masyarakat dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Namun yang terjadi justeru menghabiskan uang masyarakat.

“Pengunjung yang datang ke pasar malam, selain orang dewasa, juga di dominasi anak anak sekolah, tentunya aktivitas perjudian yang disajikan di tempat tersebut akan berdampak buruk bagi pembentukan karakter anak. Sebab anak-anak akan dengan mudah menirukan hal-hal yang mereka lihat,” keluh Warga.

Baca Juga14 Kader Hadiri KLB di Sumut, Begini Gerak Cepat Partai Demokrat Sulteng

Hasil pantauan media ini di lokasi pasar malam, modus operandi yang dilakukan dengan menjual kupon dengan harga per kupon Rp2.000,- kepada pengunjung. Kemudian kupon tersebut dipasang di angka-angka yang telah di sediakan oleh pemilik.

Setelah kupon habis terjual, pemilik kemudian memutar rolet sampai berhenti di angka yang ada di rolet, pengunjung yang beruntung atau yang menang adalah pengunjung yang memasang angka yang berhenti di jarum rolet, dan kemudian kupon tersebut di tukarkan dengan uang atau rokok.

Baca JugaPelaku Pencurian di Masjid Palu Barat Diringkus

Kapolsek Galang IPDA Salman dikonfirmasi terkait aktivitas pasar malam di Desa Sandana mengatakan, sampai saat ini pihak Kepolisian tidak pernah mengeluarkan izin.

“Yang punya kewenangan mengeluarkan izin adalah Gugus tugas Covid-19 Kabupaten. Jadi silahkan konfirmasi ke Satgas Covis-19,” ungkapnya.

Kapolsek belum dapat menjelaskan secara detail karena masih dalam perjalanan dari Palu. “Saya juga masih di perjalanan dari Palu Pak,” tutupnya. ***

Berita Terkait

Google News