Warga Palu Blokir Jalan ke Tambang Emas Milik Group Bakrie

Warga memblokir akses jalan ke lokasi Tambang emas milik PT CPM dengan memalangkan Dump Truck, tepatnya di Jalan Basokawola, Kelurahan Poboya, Kota Palu, Selasa (3/12/2019). [Muksin]
Bagikan Artikel Ini
  • 1.6K
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Puluhan warga Kelurahan Poboya, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan aksi blokir akses jalan ke lokasi tambang emas PT Citra Palu Mineral (CPM) anak perusahaan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) milik Grup Bakrie, pada Selasa (03/12/2019) pagi.

Aksi penutupan jalan yang dipimpin Sofian (tokoh pemuda Poboya) dan Santi Petimba (tokoh masyarakat) bersama sekira 50-an warga tersebut dimulai sekira Pukul 06:30 Wita, tepatnya di Jalan Basokawola, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Baca Juga

Informasi yang dihimpun di lokasi pada Selasa pagi menyebutkan, aksi penutupan jalan tersebut dilakukan warga Kelurahan Poboya sebagai bentuk aksi protes masyarakat terhadap PT Citra Palu Mineral.

“Kami menginginkan agar warga Poboya juga diberi kesempatan untuk dipekerjakan atau menjadi karyawan di tambang emas yang dikelola PT CPM,” ujar warga yang turut melakukan aksi.

Sekira Pukul 09:00 Wita, perwakilan PT CPM yang diwakili Dirjo dan Amran akhirnya menemui warga dan langsung digelar pertemuan, setelah sebelumnya dimediasi oleh KBO Dit Samapta Polda Sulteng AKBP Urbanus Songgo.

Pada pertemuan itu, warga meminta agar perwakilan PT CPM menyampaikan tuntutan masyarakat Poboya kepada pimpinan perusahaan, yang tak lama lagi akan melakukan uji coba produksi tambang emas itu.

Pertemuan kemudian dilanjutkan sekira Pukul 13:30 Wita, antara Perwakilan PT CPM dengan masyarakat Poboya yang dimediasi oleh Dir. Samapta, Dir Krimsus, AKBP sumangkut, AKBP Urbanus Songgo, Kabag OPS Polres Palu, Kapolsek Palu Timur, dan Lurah Poboya Sudarman M.

Dirjo selaku perwakilan PT CPM menyampaikan, bahwa tuntutan masyarakat tersebut sudah disampaikan kepada pimpinan PT CPM di Sulteng. Namun, hasilnya masih menunggu kedatangan Haris sebagai pimpinan PT CPM tiba di Palu, pada Rabu (4/12/2019).

Rencananya, pertemuan antara warga dengan PT CPM akan digelar kembali pada Kamis (5/12/2019) dan akan dihadiri langsung oleh Haris sebagai pimpinan PT CPM, di Baruga Pertemuan Kelurahan Poboya. Pada pertemuan itu nantinya akan membahas terkait tuntutan warga.

Usai mendapat kepastian bahwa akan digelar pertemuan kembali, warga kemudian membuka akses jalan yang sempat diblokir. Namun warga hanya mengizinkan dibuka hanya untuk penyaluran logistik (makanan) ke lokasi PT CPM.

Warga melarang adanya mobilisasi Operasional ke PT. CPM, sambil menunggu hasil pertemuan berikutnya yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (5/12/2019).

Sekira Pukul 13.45 wita, warga kemudian membubarkan diri dengan tertib dan akses jalan telah di buka kembali oleh warga masyarakat kelurahan Poboya. [***]

Penulis; Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News