Warga Tandatangani Petisi Lengserkan Bupati Parigi Moutong

  • Whatsapp
Sejumlah warga menandatangi petisi menuntut Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu turun dari jabatannya di kain putih sepanjang 10 meter. [Ist/SultengNews]
Bagikan Artikel Ini
  • 254
    Shares

Parigi, JurnalNews.id – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Tuntut Pemberhentian Bupati Parigi Moutong (AMPIBI) menggelar aksi galang tanda tangan masyarakat untuk melengserkan Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu, dari jabatannya.

Aksi penggalangan tandatangan itu, dilakukan mulai dari taman Toraranga, Pasar Tua, Pasar Baru dan berakhir di kampung nelayan, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga

Warga membubuhkan tandatangannya di kain petisi sepanjang 10 meter. Kain itu full dengan tanda tangan dari masyarakat.

“Tujuan dari aksi tanda tangan petisi ini mengajak masyarakat untuk terlibat pada aksi akbar yang akan dilaksanakan awal Agustus mendatang, menutut Bupati Samsurizal Tombolotutu turun dari jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Parigi Moutong,” ujar juru bicara AMPIBI, Fadli Arifin Aziz yang dilansir SultengNews.com jejaring JurnalNews, Kamis (16/7/2020).

Advertisements

Dikatakan, tantangan petisi adalah prakondisi untuk kegiatan aksi akbar dalam menuntut DPRD Kabupaten Parigi Moutong memakzulkan atau memberhentikan Samsurizal Tombolotutu sebagai Bupati Kabupaten Parigi Moutong.

Dia menjelaskan, alasan AMPIBI cukup jelas, Samsurizal Tombolotutu dari kajian yang sudah dilakukan pihaknya sangat nampak bahwa Samsurizal Tombolotutu telah menyalahgunakan kekuasaannya dan melanggar sumpah janji jabatan sebagimana yang diatur dalam UU nomor 23 Tahun 2014.

Advertisements

Menurutnya, Samsurizal Tombolotutu sudah jelas melanggar. Misalnya pada kasus pembangunan wisata di Mosing, AMPIBI punya cukup bukti kuat untuk itu, kemudian terkait utang 4,9 Miliar yang belum diketahui lunaskan atau belum. Adanya putusan pengadilan menjadi bukti bahwa Samsurizal Tombolotutu telah menerima pemberian dari pengusaha.

“Jadi bagaimana mungkin kepala daerah menerima pemberian dari seorang pengusaha, tentu ada tujuan lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, mengenai dana Covid-19 sebesar 26 Miliar tidak dipergunakan secara efektif, sehingga menimbulkan kekecewaan dari masyarakat, sebab ketidak hadiran Bupati Parimo baik itu bencana alam non fisik maupun fisik di tengah masyarakat Kabupaten Parigi Moutong membuat kecewa masyarakat.

Dia menegaskan, AMPIBI sudah siap sekira 80 persen untuk menyambut aksi akbar, seluruh elemen yang terlibat akan meminta agar DPRD Parimo mengeluarkan rekomendasi untuk hak angketnya dan selanjutnya membentuk panitia angket untuk melakukan investigasi kasus Samsurizal Tombolotutu.

Advertisements

“Aksi akan terus kami lakukan sampai Samsurizal Tombolotutu lengser dari jabatannya sebagai Bupati Parimo,” tandasnya. [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News