Warganet Bongkar Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Bukan Orang Gila

  • Whatsapp
Syekh Ali Jaber menggelar konferensi pers terkait penusukan yang dialaminya di Baba Rayan, Kota Bandar Lampung, Senin (14/9/2020). [Gelora]
Bagikan Artikel Ini
  • 85
    Shares

JurnalNews.id – Pelaku penusukan terhadap Ulama Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung diisukan mengalami gangguan jiwa. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (13/9/2020) itu menjadi terhangat publik di media sosial.

Pernyataaan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa itu pertama kali disampaikan orang tua pelaku sebagaimana di beritakan sejumlah media nasional.

Baca Juga:

“Menurut keterangan orang tuanya yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Namun dari kepolisian tidak bisa menerima pengakuan ini begitu saja,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, di Mapolresta Bandarlampung, Minggu (13/9/2020) malam seperti dikutip JPNN.

Isu pelaku yang dikabarkan mengalami gangguan jiwa ini mendapat sanggahan dari masayarakat Indonesia di media sosial. Warganet membongkar sejumlah fakta mengenai kepribadian pelaku tersebut.

Advertisements

Mulai dari foto-foto pelaku yang disebar warganet di medsos yang tengah asik menyantap bakso. Bahkan, ada juga yang sementara selfie dan main laptop.

Teranyar, dipantau di media sosial warganet ramai membagikan soal analisa bahwa pelaku tidaklah gila. Adapun alaisa tersebut:

Pertama: Pelaku membawa pisau dan targetnya Syekh Ali Jaber, bukan penonton secara randoom. Kedua: Ada rasa takut saat diintrogasi. Ketiga: Kata bapaknya pelaku di umur 4 tahun sudah gila, padahal, di tahun 2018 masih posting pakai laptop dengan pakaian rapi.

Warganet juga membongkar bahwa pelaku yang diisukan gila itu memiliki akun media sisial Facebook.

Peristiwa ini juga mendapat perhatian serius dari Menko Polhukam RI Mahfud MD. Atas nama pemerintah, Mahfud menyampaikan instruksi dan penjelasan sebagai berikut:

Pertama, Aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka.

Kedua, Syekh Ali Jaber adalah ulama yang banyak membantu Pemerintah dalam amar makruf nahi munkar dalam kerangka Islam rahmatan lil alamiin, Islam sebagai rahmat dan sumber kedamaian di dunia, Islam wasathiyyah.

“Selama ini beliau selalu berdakwah sekaligus membantu satgas Covid-19 dan BNPB untuk menyadarkan umat agar melakukan sholat di rumah pada awal-awal peristiwa Corona. Jadi Syech Ali Jaber adalah ulama yang aktif membantu pemerintah yang bahkan pernah berceramah dan berbuka puasa bersama Presiden Joko Widodo, Presiden SBY, dan Pimpinan lembaga negara lainnya,” jelas Mahfud MD mengutip Duta.co.

Advertisements

Ketiga. Pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak kebersatuan yang memushi Ulama sehingga harus diadili secara fair dan terbuka serta dibongkar jaringan-jaringannya yang mungkin ada di belakangnya.

Keempat. Pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah amar makruf nahi munkar dan Saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti ptokol kesehatan di era Covid 19.

Sebelumnya, pendakwah dan Ulama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal (OTK) di Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020).

Adapun kronolgis kejadian itu, Syekh Ali Jaber tengah mengisi acara dakwah di Masjid Fallahudin, Bandar Lampung.

Pada kesempatan itu Ia memanggil seorang anak naik ke atas panggung, untuk tes bacaannya.

Begitu selesai, Ia memanggil ibu dari anak itu untuk berfoto buat kenang-kenangan. Ternyata Ibu dari anak itu Hpnya Full, sehingga tidak bisa digunakan untuk berfoto.

“Hp ibu itu full, tidak bisa untuk berfoto, saya pun meminta kepada jamaah untuk meminjamkan hp mereka untuk berfoto. Ketika sya fokus ke ke kiri untuk melihat jamaah mana yang akan naik ke panggung akan bawa hp. Tiba-tiba ada orang lari keatas panggung dan langsung menusuk ke lengan saya”, kata Syekh Ali Jaber mengutip pemberitaan TV One.

Pascapenusukan, pelaku nyaris dihakimin oleh jamaah yang ikut dalam kegiatan tersebut, namun berhasil dicegah oleh Syekh Ali Jaber.

“Saya kasihan lihat jamaah memukuli dia, saya bilang jangan dipukuli, serahkan saja ke polisi. Kemudian, pelaku diamankan ke ruang masjid,” ujarnya.

Ia memastikan pelaku bukan bagian dari acara itu.

Saat ini kondisi dari Syekh Ali Jaber sudah membaik. [***]

Minta Jamaah dan Nitizen Bersabar
Sementara itu, Syekh Ali Jaber meminta kepada para jamaah dan netizen bersabar atas peristiwa penusukan yang dialaminya. Hal itu diungkapkan saat konferensi pers di Baba Rayan, Kota Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).

“Pada netizen jangan terpancing dan termotivasi dengan ujian yang terjadi, katanya penusuk ulama dibilang gila. Kalau pejabat dibilang teroris, sabar, sabar, jangan kita buruk sangka, jangan suuzon,” ungkapnya.

Menurutnya banyak orang yang melakukan cara-cara untuk memadamkan cahaya Al-Quran, namun Syekh Ali Jaber berkata jika itu hal yang sia-sia.

“Banyak orang yang memadamkan cahaya Al-Quran, tapi tidak akan ada yang mampu memadamkan cahaya Al-Quran,” jelas dia.

Syekh Ali pun menjelaskan jika setelah peristiwa penusukan itu terjadi, dirinya kembali melanjutkan kajiannya.

“Malam itu habis musibah saya isi kajian dan alhamdulilah pada hari ini masih bisa ramah tamah dan nanti siang akan kembali ke Jakarta,” ungkapnya.

Melalui konferensi pers ini, Syekh Ali menegaskan jika tidak menerima jika dalam kasus penusukan itu sang pelaku dianggap mengalami gangguan kejiwaan.

“Saya tidak terima kalau pelaku dianggap gila. Maaf dia sangat sadar, berani, dan terlatih. Berarti ada orang di belakangnnya Allahualam. Kita harap proses hukum diteruskan,” pungkasnya mengutip Gelora.co.[***]

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News