Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Indonesia, Jumat 10 September 2021

  • Whatsapp
Ilustrasi gelombang tinggi. | Pixabay
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada Kamis-Jumat, 9-10 September 2021.

BMKG mencatat terdapat Siklon Tropis CONSON (998 hPa) dan Siklon Tropis CHANTHU (945 hPa) di Laut Filipina yang berdampak secara tidak langsung pada ketinggian gelombang di Laut Natuna utara, perairan Kepulauan Sangihe – Kep. Talaud dan Samudra Pasifik utara Halmahera – Papua.

Baca Juga

Adapun, angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara – Barat Daya.

“Di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur – Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 – 30 knot,”demikian siaran pers resmi BMKG yang diterima Kamis 9 September 2021.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina Selatan, Laut Banda, Laut Arafuru, perairan Kep. Sermata – Kep. Aru, perairan Yos Sudarso – Merauke dan perairan utara Jayapura,” ujarnya menambahkan.

BMKG melanjutkan, kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan.

Seperti Selat Malaka bagian tengah, perairan timur P. Simeulue – Kep. Mentawai, Selat Sape bagian selatan dan Selat Sumba, Laut Sawu bagian utara dan Selat Ombai, perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna, Laut Natuna dan Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan Tengah.

Selanjutnya, Laut Jawa, Laut Sumbawa bagian utara, perairan Kotabaru, perairan utara Kep. Kangean, perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Laut Flores bagian barat, perairan selatan Baubau, dan Teluk Tolo.

Kemudian, perairan selatan Kep. Banggai – Kep. Sula, Laut Seram, perairan P. Misool – Fakfak – Kaimana, perairan Amamapare – Agats bagian barat, perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, perairan utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Halmahera – Papua barat.

Berikutnya, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 – 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya yaitu Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, dan perairan barat P. Simeulue – Kep. Mentawai.

Berikutnya, perairan selatan Jawa Timur – P. Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, perairan selatan P. Sawu – Kupang – P. Rotte, Laut Sawu bagian selatan.

Lalu, Samudra Hindia selatan P. Sumba – P. Rotte, Laut Natuna utara, Laut Flores bagian timur, perairan timur Kep. Wakatobi, perairan Menui Kendari bagian timur, Laut Banda, perairan selatan P. Buru – P. Seram, perairan Kep. Sermata – Kep. Letti, perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru bagian timur, perairan Jayapura – Sarmi, Samudra Pasifik utara Papua.

Berikutnya, gelombang yang lebih tinggi kisaran 4,0 – 6,0 meter berpeluang terjadi di perairan Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai – Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan dan barat.

Berlanjut, perairan selatan Banten – Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Banten – NTB, perairan selatan Kep. Babar – Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

BMKG menambahkan, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Karena itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

“Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG. ***

Berita Terkait

Google News