Yusril Semangati Buruh Lawan Perpres TKA, FSPASI: Kami Pastikan Tidak Pilih Jokowi

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra juga turut hadir dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2018 di Ibu Kota Jakarta. Yusril dalam kesempatan itu berjanji bakal mengawal para buruh dalam upaya membatalkan Peraturan Presiden soal tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia.

“Kalau kita melakukan perlawanan Undang Undang dan kita minta tolong jangan ada intervensi. Kita lawan konstitusional dan kita argumen biar hakim agung punya keberpihakan pada buruh kepada pekerja. Biar MA yang membatalkan Perpres itu,” ucap Yusril di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018).

Baca Juga

“Kita setuju adanya investasi asing. Cukuplah manajemen, tenaga ahli, tapi kita tidak setuju adanya pekerja di sini,” kata dia lagi.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu menilai TKA di Indonesia tidaklah diperlukan. Ia minta pemerintah dan Presiden segera mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan kaum buruh.

“Kita tidak butuh tenaga kerja asing. Presiden harus berpihak pada rakyat sendiri dan bukan berpihak pada pemilik modal dan tenaga kerja asing,” ujar dia.

Sementara kelompok buruh yang tergabung dalam FSPASI (Federasi Serikat Pekerja Aneka sektor Indonesia) juga menyuarakan soal pemilu presiden 2019.

Dalam aksi memperingati May Day di depan Istana Merdeka, Jakarta, mereka mengaku menolak Joko Widodo untuk kembali menjadi Presiden periode 2019-2024.

Kelompok buruh yang sebagian anggotanya adalah perempuan ini datang dengan mengenakan baju seragam hitam.

Mereka berbaris sambil mengibarkan spanduk besar bertuliskan “Kami Pastikan Tidak Pilih Jokowi”.

Di spanduk itu juga terdapat penjelasan kenapa mereka enggan memilih petahana di Pilpres 2019. Namun, tulisannya lebih kecil. “Sejak Anda Menjadi Presiden, Kaum Buruh Makin Sengsara”.

Koordinator FSPASI Nurmala mengatakan, pasukannya berjumlah sekitar 1500 orang yang datang dari daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Nurmala mengatakan, FSPASI sepakat bahwa Jokowi bukan Presiden yang pro buruh. Hal ini salah satunya ditunjukkan dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 yang mempermudah prosedur Tenaga Kerja Asing masuk ke Indonesia.

“Jokowi tidak pro buruh, kemarin dia mengesahkan (Perpres) tenaga kerja asing. Buruh makin diserang,” kata dia. [***]

Sumber; Viva/Kompas

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News