ZOOM SHOPPING

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
  • 8
    Shares

Oleh: Joko Intarto
Ini tantangan baru: Bisakah menjual rumah menggunakan Zoom? Tentu saja bisa! Bisa banget! Bagaimana metodenya?

Pagi-pagi Pak Lambang sudah mengontak saya. Biasanya memang begitu. Tetapi kali ini dia seperti sedang butuh bantuan. Pesan yang sama ia kirimkan ke semua kanal komunikasi saya: SMS, WhatsApp dan Messenger.

Baca Juga:

Ada apa gerangan? ‘’Saya mau menjual rumah. Bisa nggak lewat aplikasi Zoom?’’ tanya ketua Lazismu Kantor Layanan Manggarai, Jakarta Selatan yang juga pengusaha cargo itu.

‘’Bisa dong! Ke studio Tebet saja,’’ jawab saya.

Advertisements

Berjualan menggunakan Zoom bukan hal baru bagi saya. Sudah pernah dilakukan. Memang bukan rumah, melainkan hewan qurban. Berhasil juga.

Gagasan menjual rumah melalui Zoom pernah dibahas tahun 2019 lalu. Adalah Pak Zendy, pengusaha property Abar Group di Bekasi, yang punya ide. Ia merencanakan program penjualan rumah-rumah yang dibangunnya dengan proses jual-beli secara live menggunakan aplikasi Zoom.

Gagasan itu terkubur di tengah jalan. Gara-gara Covid-19, saya menghadapi beberapa kendala untuk produksi video siaran langsung dari lokasi perumahan.

Advertisements

Mundur lagi ke belakang: Pada awal tahun 2000, berkembang model penjualan produk dengan konsep yang mirip. Tetapi medianya adalah televisi. Siarannya satu arah. Interaksinya menggunakan sambungan telepon yang dilayani petugas customer service. Model itu dikenal sampai saat ini dengan nama: Home Shopping.

Tahun 2012 saya sempat belajar teknik produksi home shopping itu di LG Home Shopping, Seoul, Korea Selatan. Seminggu saya di sana.
Home shopping memang sangat sukses di Korea Selatan. Hampir semua produk dijual melalui televisi. Dari obat kuat sampai sepeda motor, mobil, dan apartemen.

Selama seminggu saya belajar dari seorang produser yang memegang rekor penjualan home shopping tertinggi. Dalam waktu dua jam, produser itu bisa menjual 1.000 unit apartemen. Dalam dua jam, ia juga bisa menjual 1.000 unit Honda CRV.

Kunci keberhasilan penjualan home shopping adalah kesiapan seluruh bagian, dari hulu hingga hilir. Di hulu, pekerjaan dimulai dengan merencanakan promosi ke target market yang sesuai dengan produk. Di tengah, pekerjaan pentingnya adalah membuat siaran. Di hilir, pekerjaannya adalah follow up respon pemirsa sampai bisa transaksi.

Pada masa itu, tentu sistemnya lebih rumit. Sebab sebagian besar masih manual. Memang sudah ada banyak aplikasi digital. Tetapi masing-masing aplikasi belum saling terkoneksi. Tidak seperti sekarang. Semua bisa diselesaikan dengan satu gadget: Smartphone.

Advertisements

Bagaimana? Ada yang mau mencoba menjual selain Pak Lambang? Jual rumah boleh. Jual mobil dan motor juga boleh. Paket layanannya sudah saya siapkan: Zoom Shopping.(jto)

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News